Bahaya Sering Isap Rokok Elektrik

Berakhir merokok tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab itu, tidak sedikit orang pilih utk memakai cara-cara tertentu terhadap musim peralihan sampai mereka memang sanggup melepaskan rokok.

Menurut dokter spesialis paru dari RS Persahabatan, Agus Dwi Susanto, rokok elektronik sanggup dikatakan yakni kiat "bahaya" buat mogok merokok. Ini sebab rokok tersebut mempunyai bahaya yg nyaris sama bersama rokok konvensional, baik dari kandungan nikotin ataupun senyawa-senyawa kimia yang lain.

Bahaya Sering Isap Rokok Elektrik

Meski kepada awalnya rokok elektronik diklaim efektif menunjang orang berakhir merokok, namun sekarang penggunaannya tak direkomendasikan. Sesudah melintasi banyaknya evaluasi, rokok elektronik mempunyai sekian banyak bahaya, antara lain yang merupakan berikut.

1. Tidak Jarang disalahgunakan
Agus menyampaikan, jika diperlukan dengan cara benar, rokok elektronik benar-benar dapat jadi trick peralihan buat berakhir merokok. Di sudut lain, rokok elektronik mudah sekali buat disalahgunakan penggunaannya.

Nikotin dalam rokok elektronik pun mestinya dikurangi dengan cara gradual. Tapi, apabila diperlukan dengan cara bebas tidak dengan resep penurunan dosis, sehingga jumlah nikotin yg difungsikan bakal tetap sama, bahkan mungkin saja bertambah tidak dengan ada standar yg terang.

Nikotin yg diperlukan dalam jangka dikala yg lama bakal terakumulasi dalam badan & mengakibatkan rintangan terhadap pembuluh darah, seperti penyempitan atau pengentalan darah. Menjadi, walau sejumlah jauh lebih sedikit, nikotin terhadap rokok elektronik serta sama bahayanya bersama rokok konvensional.

2. Asap
Biarpun dibakar dengan cara elektronik, nikotin dalam rokok elektronik pula bakal memunculkan asap seperti halnya rokok konvensional. Asap ketahuan apabila diisap tiap-tiap hri dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan dikarenakan memberikan paparan product berbahaya.

3. Tak cuma nikotin
Agus menuturkan, cairan yg jadi refill atau isikan ulang buat rokok elektronik tak cuma mengandung nikotin, namun serta senyawa-senyawa kimia berbahaya yang lain. Senyawa-senyawa ini bersifat karsinogenik maka berpotensi memicu penyakit seperti kanker.

Juga Sebagai dokter, Agus sendiri tak menyarankan penggunakan rokok elektronik sbg trik berakhir merokok. Sebaliknya, penggunakan permen, tablet isap, inhaler, tempelan (patch), & spray lebih disarankan.
Share on Google Plus

About Rudi Gunawan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment